my new world...

Hanya sebuah catatan kecil...

Rabu, 18 Januari 2012

Here I am :)


For some people, going study to another city or going study abroad is one of the most challenges which should be grabs. Of course, if they are going study to another city, they will get more experience, gain their mind set, and get a lot of friends. Others fell that going study abroad gives them a kind of prestige in their home country. In the same way, it may lead to a better job after they finish their study.

But living and studying in another city can also have its problems. Some people have assumes that going study to another city will be make them feels homesick and they also need a long time to adapt. The other crucial aspect is the living cost in the new city. For some people, it will be a problem if they are not prepares well for example if they have to pay their living cost by them self not by scholarship. And a few people go home earlier than expected because their ideas about living or studying in another city were different from the reality.

Thus for me, I just want to grab my future by studying in another city or even another country. I expect that by studying in another city I will gain more my skill and get more experience and of course getting well on learning foreign languages. For this reason, here I am, in Braunschweig, Germany. 

Jumat, 23 Desember 2011

Jadi Apa Sebenarnya yang Terjadi????

entah mengapa saya ingin sekali menulis hari ini.. mungkin karena perasaan hati yang sedang tidak nyaman dengan kondisi hari ini.

tepat pukul 11 siang waktu Braunschweig, akhirnya saya dan kawan mendengar janji itu lagi. hmm... tak ingin banyak komentar tapi dada ini rasanya begitu sesak.

apa yang sebenarnya terjadi?
kenapa pada awal mengatakan A dan akhirnya berubah lagi menjadi B? masih ingat kan saya juga sempat menulis, bahwa kondisi kami di sini tidak sama satu dengan yang lain. Jadi tolonglah untuk hal yang satu ini diperhatikan..

kami bukanlah anak orang kaya semua yang bisa dengan mudahnya minta ke orang tua kami untuk hidup..
kami bukanlah orang dengan pintu ajaibnya doraemon yang dengan mudahnya bisa membuka peti harta karun dan dapat menikmati hidup dengan begitu nyamannya.

sayang sekali tidak semua dari kami begitu..
tapi apakah itu juga menjadi perhatian anda?

saya sudah tak bisa berpikir lagi, tegakah kami belanja bermacam2 bahan makanan sedangkan kawan kami hanya makan roti setiap harinya?tegakah kami menikmati makanan yang nikmat sementara kawan kami bingung ada berapa koin lagi di dompetnya?

maaf jikalau saya tidak sopan, saya hanya merasa agak tidak nyaman dengan kondisi ini. jadi tolong.. dengarkan kami.. karena kami juga berjuang di sini.. :( dengan segala keterbatasan kami..

semoga kami diberi kesabaran yang luar biasa... amin..


Selasa, 29 November 2011

Lagi - lagi masih menunggu..

hari ini tepat tanggal 29 November tahun 2011 dan ini berarti tinggal 1 hari lagi bulan November usai..
tapi kami masih harus menunggu..

entah apa yang sedang terjadi di sana yang jelas...
kami masih harus menunggu...

jika kami ditanya, butuhkan kami saat ini? jelas kami akan jawab "Kami sangat butuh"
tapi kami tetap harus menunggu...

jika yang lain bisa membeli makanan ataupun barang sesuai dengan kebutuhan mereka
tapi kami tetap harus menunggu...




ya.. itulah kondisi kami saat ini. Ditengah kebutuhan yang cukup mendesak setiap harinya dan ditengah kegelisahan, kami tetap harus menunggu kabar baik dari Indonesia..

entah sampai kapan, tetapi yang jelas sampai sekarang kami tak tau apa lagi yang harus kami lakukan..
melihat konto kami sendiripun sudah hampir tak sanggup..apalagi harus membayangkan jika kami tetap harus menunggu hingga bulan depan.

semua tidak ada pada kondisi yang sama satu sama lain.
itu yang harus digaris bawahi dan juga harus diperhatikan.

kenapa penting? mungkin itu yang menjadi salah satu pertanyaan anda..:)

jelas menjadi penting, karena tiap-tiap individu dari kami memiliki kondisi yang tidak bisa disamaratakan satu dengan yang lainnya.
jika si A bisa dengan santainya menjalani hari-hari di Jerman belum tentu si B juga demikian..

tapi akankah kegelisahan kami bisa dipahami oleh Anda?
semoga saja..



karena kami memang tetap harus menunggu...